Laporan Kampanye Hitam Marak, Jokowi-JK Dilaporkan sebagai Korban

Laporan Kampanye Hitam Marak, Jokowi-JK Dilaporkan sebagai Korban

JAKARTA – Selama tiga pekan pertama dalam masa kampanye Pemilihan
Presiden 2014, Matamassa menerima banyak laporan pelanggaran Pemilu,
terutama mengenai kampanye berbau SARA. Publik melaporkan upaya-upaya
kampanye hitam terutama dilakukan terhadap pasangan calon Joko
Widodo-Jusuf Kalla.

Dari awal kampanye pilpres hingga hari ini (19/06), MataMassa menerima
sebanyak 82 laporan. Sebagian besar laporan masih berasal dari daerah
Jabodetabek. Dari 82 laporan tersebut, sebanyak 57 laporan
terverifikasi dan terpublikasi. Sisanya tidak dapat diverifikasi
karena tidak memiliki identitas lengkap dan menyampaikan informasi
bukan pelanggaran pemilu sehingga tidak dipublikasikan. Dari 57
laporan terverifikasi, sebanyak 32 laporan merupakan pelanggaran
administratif, sebanyak 16 pelanggaran pidana, dan pelanggaran
lain-lain sebanyak 9 laporan. (Ralat: Sebelumnya tidak disebutkan
laporan terverfikasi dan tidak disebutkan calon presiden yang
melakukan pelanggaran)

Dari pelanggaran administratif dan lain-lain , Jokowi-Kalla melakukan
16 pelanggaran, dan Prabowo-Hatta sebanyak 23 pelanggaran, dan 2
pelanggaran yang dilakukan oleh pihak lain yang tak terkait Jokowi-JK
dan Prabowo-Hatta.

Dari 16 laporan yang masuk dalam kategori pelanggaran pidana, semua
laporan tersebut seputar pelanggaran pidana yang membicarakan
Jokowi-JK. Sebagian besar pelanggaran pidana tersebut berkaitan dengan
isu SARA dan kampanye hitam (black campign) lainnya yang bernada
negatif terhadap Jokowi-JK. Dalam hal ini Jokowi-JK menjadi korban
atas pelanggaran pidana yang terkumpul di MataMassa. Namun pelaku
pelanggaran pidana ini tidak diketahui apakah dilakukan oleh pihak
yang terkait dengan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil
presiden Hatta Rajasa ataukah pihak lainnya. “Bawaslu dan kepolisian
punya pekerjaan besar untuk menindaklanjuti berbagai jenis pelanggaran
ini hingga tuntas,” kata Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, di Bawaslu,
Kamis (19/6).

Semua laporan tersebut beserta bukti fotonya dapat diakses di situs
MataMassa dan aplikasi MataMassa yang tersedia di Android, iOS dan
Blackberry.

Berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, pada pemilihan presiden 2014
kita hanya dihadapkan pada dua pasang calon. Hal ini menyebabkan massa
pendukung terbelah ke dalam dua kutub dengan potensi gesekan yang
besar. Akibatnya pula, upaya kampanye hitam untuk menjatuhkan satu
sama lain semakin marak terjadi. Kampanye-kampanye hitam itu
dilancarkan sebagian besar melalui internet, yakni lewat situs-situs
media online baik mainstream maupun partisan, dan juga media sosial.
Di dunia nyata pun, kampanye hitam menyebar antara lain melalui
poster, sms, selebaran, hingga disampaikan langsung pada
kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Laporan-laporan kampanye hitam seperti itu mengalir dari publik ke
Matamassa. Mayoritas laporan kampanye hitam menyerang pasangan
Jokowi-JK. Namun terhadap siapapun itu dilakukan, kampanye hitam
berbau SARA sangat disayangkan di tengah demokrasi yang sudah dicapai
negara kita,” ujar Project Officer MataMassa, Muhammad Irham.

Beberapa laporan yang masuk ke Matamassa mengungkapkan kampanye hitam
menggunakan isu suku dan agama, lainnya berupa usaha menebarkan fitnah
dan kebencian. Misalnya adalah laporan sms yang menyatakan pasangan
nomor dua beragama Kristen dan didanai oleh pengusaha Cina, laporan
tentang penyebaran booklet yang menyatakan diri sebagai riset fakta
hitam Jokowi, dan berbagai situs yang terus-menerus memuat kampanye
hitam berbasis SARA.

Selain dugaan pelanggaran kampanye hitam, Matamassa juga banyak
menerima laporan dugaan pelanggaran administratif. Dugaan pelanggaran
itu antara lain berupa stasiun TV yang menayangkan iklan dan program
blocking time mendukung salah satu capres yang melebihi waktu yang
diizinkan. “Padahal batas maksimum pemasangan iklan kampanye di
televisi maksimal 30 spot berdurasi 60 detik di setiap stasiun
televisi setiap harinya selama masa kampanye. Stasiun TV juga tidak
boleh menyiarkan salah satu pasangan calon dalam waktu yang sangat
lama (blocking time),” ujar Veri Junaedy dari Perludem.

Pelanggaran lain yang juga masuk ke Matamassa adalah laporan kampanye
di sekolah, kampanye membawa anak-anak, dan pemasangan alat peraga
kampanye yang tidak pada tempatnya. Pelanggaran-pelanggaran
administratif itu dilakukan oleh tim dari kedua pasangan capres.

MataMassa merupakan program pemantauan pemilu hasil kerja bareng
antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, iLab dan SEATTI.
Pada pilpres ini, Matamassa telah meluaskan basis pelaporannya yang
selama pemilihan legislatif lalu berfokus di Jabodetabek saja. Kini
Matamassa mengajak masyarakat di seluruh Indonesia, terutama di tujuh
kota yakni Padang, Aceh, Surabaya, Makassar, Jogja, Pontianak, dan
Semarang untuk ikut melaporkan dugaan pelanggaran pemilu di
sekitarnya. Di luar kota-kota lain, masyarakat tetap dapat melaporkan
dugaan pelanggaran pilpres dengan mencantumkan indentitas lengkap guna
proses verifikasi.

Laporan masyarakat dapat disampaikan melaluiĀ situswww.matamassa.org,
aplikasi di Android dan iOs (ketik MataMassa), email
[email protected], pesan singkat (SMS) ke 0813-7020-2014, dan
melalui situsĀ www.matamassa.com. Laporan tersebut harus disertai
identitas pelapor (nama, nomor telpon atau email) agar MataMassa dapat
melakukan verifikasi kebenaran laporan. Namun ketika laporan tersebut
dipublikasi dan disampaikan ke Bawaslu dan KPU, identitas pelapor akan
dirahasiakan.


What are your thoughts?