MataMassa Membuka Kanal Laporan DPT Pilpres

MataMassa Membuka Kanal Laporan DPT Pilpres

JAKARTA – Setelah dua pasang calon presiden dan wakil presiden resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum 2014, tak lama lagi kampanye pilpres akan dimulai. Untuk itu, Matamassa melanjutkan perannya sebagai gerakan pemantauan Pemilu oleh publik. Pada tahap awal ini, MataMassa membuka kanal laporan tentang Daftar Pemilih. “Masyarakat yang belum terdaftar pada Pemilu Legislatif kemarin, bisa melapor ke MataMassa dengan menyebutkan identitas dan alamatnya,” tutur Muhammad Irham, Project Officer MataMassa, dalam siaran pers, Senin (26/5).

Kanal Daftar Pemilih Tetap dibuka untuk memfasilitasi masyarakat yang pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu tidak terdaftar sehingga tidak dapat memilih. Laporan masyarakat yang masuk ke MataMassa akan langsung diteruskan ke KPU sehingga KPU dapat terbantu melengkapi data yang mereka terima dari petugas di lapangan. Selain melapor ke MataMassa, masyarakat yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih melapor ke kelurahan untuk dicatat sebagai pemilih pada Pilpres 9 Juli mendatang.

DPT merupakan syarat bagi masyarakat agar bisa memilih capres dan cawapres pilihannya pada 9 Juli 2014. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman pada pemilu legislatif di April lalu, diperkirakan masih banyak masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih. Pada pileg lalu, Matamassa pun banyak menerima laporan terkait kekacauan DPT ini.

“Kami mengadakan kerja sama teknis dengan KPU maupun Bawaslu sehingga laporan DPT yang masuk akan secara otomatis sampai kepada KPU dan Bawaslu. Hal ini akan mempermudah tindak lanjut khususnya bagi KPU untuk memenuhi hak pilih masyarakat,” kata Nanang Syaifudin, Direktur iLab yang menangani infrastruktur teknologi Matamassa.

Pada Pilpres kali ini MataMassa melebarkan fokus pemantauan ke seluruh kota di Indonesia dengan basis pemantau aktif di tujuh kota, yakni di tujuh kota yakni Padang, Ambon, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Pontianak, dan Semarang. Tujuh kota ini dipilih berdasarkan jaringan partner MataMassa, yakni LBH Pers, Perludem, dan Transparency International Indonesia.

Selama pemilihan legislatif lalu, Matamassa menyelenggarakan pemantauan pelanggaran Pemilu di area Jabodetabek. Walau demikian, Matamassa banyak menerima laporan dari berbagai daerah, dari ujung Sumatera hingga Papua. Melihat antusiasme pelaporan dari masyarakat ini, Matamassa meluaskan jangkauan pemantauan.

Matamassa mengajak masyarakat di seluruh Indonesia, terutama di tujuh kota yakni Padang, Ambon, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Pontianak, dan Semarang untuk melaporkan pelanggaran pemilu yang kerap terjadi dengan identitas yang lengkap agar laporannya dapat diverifikasi. Di luar kota-kota tersebut, masyarakat juga dapat melaporkan dugaan pelanggaran pilpres dengan mencantumkan indentitas lengkap guna proses verifikasi.

“Kami ingin lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat aktif dalam pemantauan pelanggaran Pemilu. Dengan potensi pelanggaran yang besar dalam pilpres, perlu partisipasi warga yang lebih luas demi Pemilu yang lebih bersih,” ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Umar Idris.

Potensi pelanggaran yang akhir-akhir ini sering terjadi ialah berkampanye untuk memilih atau tidak memilih capres tertentu dengan menggunakan isu Suku, Agama, Ras dan Golongan. Potensi pelanggaran lainnya ialah berkampanye di jual jadwal yang ditetapkan di media massa, khususnya televisi, dan poilitik uang dalam berbagai bentuk yang dijanjikan oleh tim sukses maupun pasangan capres-cawapres.

Pada hari ini (Senin, 26 Mei) pula, Matamassa meluncurkan wajah baru situs www.matamassa.org. Wajah baru ini khusus dibuat untuk menyajikan pelaporan pemantauan publik selama pilpres berlangsung. Namun situs Matamassa sebelumnya yang menyajikan pelaporan pelanggaran yang terjadi sepanjang pileg tetap masih bisa diakses.

Sejak mulai diluncurkan pada pertengahan Desember hingga pertengahan Mei ini, Matamassa telah menerima 1869 laporan dugaan pelanggaran pemilu. Dari jumlah tersebut, pelanggaran administrasi masih mendominasi dengan jumlah pelaporan sebanyak 1500 kasus. Lainnya adalah pelanggaran pidana sebanyak 212 kasus, DPT 49 kasus, dan lain-lain sebanyak 84 kasus. Bila dihitung dengan laporan melalui email dan SMS, jumlah laporan lebih dari 6.000 laporan.

MataMassa merupakan program pemantauan pemilu hasil kerja  bareng antara AJI Jakarta, iLab dan SEATTI. Laporan masyarakat dapat disampaikan melalui situs www.matamassa.org, aplikasi di Android dan iOs (ketik MataMassa), email lapor@matamassa.org dan pesan singkat (SMS) ke 0813-7020-2014. Laporan tersebut harus disertai identitas pelapor (nama, nomor telpon atau email) agar MataMassa dapat melakukan verifikasi kebenaran laporan. Namun ketika laporan tersebut dipublikasi dan disampaikan ke Bawaslu dan KPU, identitas pelapor akan dirahasiakan.


What are your thoughts?