Contoh Pelanggaran di Masa Kampanye Terbuka

Contoh Pelanggaran di Masa Kampanye Terbuka

Objek Pantauan Pada Masa Kampanye Pemilu Terbuka

Dugaan pelanggararan yang dapat dipantau di saat kampanye terbuka (16 Maret 2014-5 April 2014):

1. Jika peserta pemilu baik itu partai politik atau pun caleg membagi-bagikan uang kepada masyarakat yang ikut berkampanye, hal ini adalah dugaan pelanggaran pidana.
Misalnya, Caleg atau partai pada saat berkampanye membagikan uang kepada orang yang datang di lokasi kampanye

2. Jika para peserta pemilu baik itu partai politik atau pun caleg, membagi-bagikan barang dalam bentuk apa pun,
Misalnya, sembako, dll, maka perbuatan ini masuk dalam dugaan pelanggaran pidana.

3. Jika para peserta pemilu, baik partai politik atau pun caleg, berkampanye dengan menghina seseorang atau golongan, agama, suku ras, dan/atau peserta pemilu lainnnya.
Misalnya, jangan pilih caleg yang keturunan Tionghoa dll, hal ini adalah dugaan pelanggaran pidana.

4. Jika ada partai atau caleg, yang menghasut warga, atau mengadu domba masyarakat. Maka ini masuk ke dalam dugaan pelanggaran pidana,
Misalnya: Menghasut warga untuk membenci atau menyerang kelompok pendukung partai tertentu.

5. Jika partai politik dan caleg mengganggu ketertiban umum,
Misalnya, membuat panggung di tengah jalan dan membuat kemacetan, pendukung yang konvoi dan ugal-ugalan di jalan, hal ini masuk ke dugaan pelanggaran pidana.

6. Jika partai politik dan peserta pemilu mengancam atau melakukan kekerasan terhadap seseorang, atau sekelompok orang, atau peserta pemilu lain. Hal ini masuk ke dalam dugaan pelanggaran pidana.
Misalnya, Kelompok Partai Kuning mengancam Partai Biru jika masih berkampanye ditempat tertentu dll

7. Jika partai politik atau caleg merusak atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta pemilu lain.
Misalnya, bendera partai Merah dirusak oleh kelompok pendukung partai Putih. Hal ini masuk ke dalam dugaan pelanggaran pidana.

8. Jika partai politik atau caleg, menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.
Misalnya, ada partai atau caleg yang memakai mobil dinas dalam berkampanye, kemudian menggunakan gedung pemerintah untuk berkampanye. Kemudian jika partai atau caleg berkampanye di dalam mesjid, gereja dll. Kemudian partai atau caleg yang berkampanye di dalam sekolah, kampus dll. Hal ini masuk ke dalam dugaan pelanggaran pidana.

9. Membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atau atribut selain dari tanda gambar dan/atau atribut peserta pemilu yang bersangkutan.
Misalnya, kampanye Partai Hijau, pendukung atau peserta kampanyenya membawa bendera Partai Merah, atau membawa bendera Grup Band Slank. Hal ini masuk ke dalam dugaan pelanggaran pidana.